Mukodimah
Cerita perjalanan ini berawal ketika 20 Desember 2019 aku bermimpi seakan berkunjung ke area gerbang pemakaman sebuah kampung, tepatnya pagi menjelang subuh, mungkin dikisaran jam 02-03 dini hari. Terlihat beberapa laki-laki penjaga makam menahanku masuk ke area makam tersebut, namun tiba-tiba ada suara cukup lantang yang melarang mereka menahanku, “Biarkan dia masuk (lewati gerbang), dia adalah keturunan mbah Jam..”, lalu sekelebatan saja akupun bisa masuk. Ahirnya kulanjutkan langkahku keluar makam melewati sebuah Langgar (surau, musholla) yang lumayan banyak anak-anak kecil mengaji, ragaku terbangun mimpipun terputus sampai disitu.